Artikel
Nilai

Nilai "Moderately Satisfactory" untuk READ

Inovasi Pola Tanam pada Lahan Sawah Tadah Hujan

Inovasi Pola Tanam pada Lahan Sawah Tadah Hujan

Usaha dan Cara Pencegahan Penyakit Pada Ternak Puyuh

Usaha dan Cara Pencegahan Penyakit Pada Ternak Puyuh

Pelaksanaan SRI Padi Organik

Pelaksanaan SRI Padi Organik

Kembung Perut Pada Kambing Dan Cara Pengendaliannya

Kembung Perut Pada Kambing Dan Cara Pengendaliannya

Pertemuan Pembinaan Klasifikasi P4S

Pertemuan Pembinaan Klasifikasi P4S

Pembangunan Pedesaan dan Pengentasan Kemiskinan di Korea Selatan

Pembangunan Pedesaan dan Pengentasan Kemiskinan di Korea Selatan

Validasi Evaluasi Jabatan Lingkup BPPSDMP

Validasi Evaluasi Jabatan Lingkup BPPSDMP

Kajian Ilmiyah tentang Kemuliaan Pertanian dan Petani Dalam Islam

Kajian Ilmiyah tentang Kemuliaan Pertanian dan Petani Dalam Islam

LM3 Model  Lintani Keuskupan Tanjung Selok Kabupaten Bulungan Kalimantan Timur

LM3 Model Lintani Keuskupan Tanjung Selok Kabupaten Bulungan Kalimantan Timur

Permasalahan Yang Dihadapi Dalam Pembangunan Pertanian

Selasa, 31 Juli 2012 04:18 administrator
Cetak PDF

selectBadan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) cq Pusat Penyuluhan Pertanian melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi Komisi Penyuluhan Pertanian Provinsi (KPPP) dengan Komisi Penyuluhan Pertanian Nasional (KPPN) pada tanggal 14 s.d 16 Juli 2012 di Hotel Puri Avia, Cipayung-Bogor. Hadir pada acara tersebut Wakil Ketua KPPN Prof. Dr. Soemardjo dan Anggota KPPN lainnya. Peserta yang hadir sebanyak 33 orang yang merupakan perwakilan KPPP di 33 Provinsi.

Dalam sambutannya, Prof. Soemardjo mengatakan bahwa saat ini permasalahan yang dihadapi dalam pembangunan pertanian khususnya penyuluhan sangatlah kompleks. Mulai dari aspek kelembagaan, ketenagaan, pembiayaan dan regulasi dari turunan Undang-undang No. 16 juga belum berjalan dengan baik. Selanjutnya, dikatakan juga bahwa masalah pangan dan alih fungsi lahan serta sarana irigasi menjadi masalah yang harus diselesaikan bersama-sama. Untuk itu perlu ada sinergi dan sinkronisasi dari semua pihak sehingga target pembangunan pertanian dapat tercapai.

Selanjutnya dari pertemuan tersebut didapatkan rumusan antara lain: 1) Peran Komisi Penyuluhan Pertanian  perlu dikondisikan agar penyuluhan pertanian tidak tersekat-sekat lagi, baik secara vertikal maupun horisontal; 2) Peran Penyuluhan dalam Pengamanan Produksi Beras Nasional (Inpres Nomor 5 Tahun 2011) mencakup upaya peningkatan pendapatan, kualitas, produktivitas, diversifikasi hasil usahatani, nilai tambah produk sampingan padi dan peningkatan peran kewirausahaan petani: 3) Perlu pemetaan potensi, masalah , dan alternatif solusi penyuluhan berbasis sumberdaya, dan kajian kerjasama kolaboratif di antara penyuluh PNS, Swadaya dan Swasta; dan 4) Kebijakan penyuluhan saat ini harus diarahkan untuk mendukung terwujudnya empat sukses pembangunan pertanian.

e-SDM

dbase_integrasi

radiolink